Selasa, 05 Februari 2019

Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin Lancarkan Strategi Agresif

jokowi ma'ruf amin

Dikenal selalu sabar dengan fitnah, hoax dan tudingan yang dilontarkan selama ini, pasangan Jokowi Ma'ruf Amin akhirnya mulai angkat bicara. Pasangan calon presiden nomor urut 01 ini semakin vokal dan frontal menyerang balik lawannya, yakni Prabowo-Sandiaga Uno. Menjelang debat pilpres 2019 jilid dua ini, Jokowi menuding balik pihak yang telah menuduhnya sebagai antek asing. Hal ini disampaikan ketika di De Tjolomadoe Karanganyar, Jateng, serta bertemu relawan Sedulur Kayu dan Mebel Jokowi.
 
Tak tanggung-tanggung, Jokowi juga mengatakan bahwa jasa antek asing yang ramai diperbincangkan telah digunakan dalam pemilihan presiden era sekarang. Dalam kesempatan yang sama, Jokowi menilai bahwa ada pihak yang sengaja menggunakan teori propaganda Rusia supaya bisa memutarbalikkan fakta. Teori yang satu ini bekerja dengan cara menyebarluaskan dusta dan hoax sehingga masyarakat menjadi ragu.
 
Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin juga menyayangkan teori seperti itu dipraktekkan. Tak hanya itu, Jokowi juga menyarankan kepada pihak yang menggunakan teori tersebut untuk berfikir terlebih dahulu. Apakah teori tersebut bisa memecah belah rakyat atau tidak, mengganggu ketenangan rakyat atau tidak, dan membuat rakyat khawatir apa tidak.
 
Jokowi mengungkapkan bahwa pihak yang menggunakan teori asing tersebut tak peduli dengan permasalahan yang akan ditimbulkan. Tak mengherankan karena Jokowi juga menyebutkan bahwa konsultannya adalah konsultan asing. Dalam hal ini, Jokowi kembali mempertanyakan mengenai pihak yang menuduhnya antek asing. "Terus yang antek asing siapa."
 
Seperti yang telah diketahui, selama empat tahun dalam memimpin Indonesia, Jokowi lebih memilih untuk diam ketika dituduh sebagai antek asing. Padahal menurut Jokowi, justru di zaman pemerintahannya lah terdapat sejumlah sumber daya Indonesia yang sempat dikelola asing telah berhasil direbutnya kembali. Sebut saja pengelolaan Blok Mahakam, Blok Rokan, hingga Freeport. Jokowi juga merasa heran ada orang yang menuduhnya sebagai antek asing.
 
Jokowi-Ma'ruf Amin ganti strategi menjelang pilpres 2019 jilid 2 ini. Selain menanggapi mengenai tudingan antek asing, Jokowi juga membahas soal hoaks terkait kebohongan penganiayaan Ratna Sarumpaet. Dimana hal tersebut bertujuan supaya dirinya dituduh telah melakukan kriminalisasi.
 
Diketahui, ada beberapa orang yang menggelar konferensi pers dan menyebutkan bahwa Ratna Sarumpaet telah dianiaya. Akan tetapi, dibalik pernyataan tersebut, Jokowi merasa beruntung karena pada akhirnya Ratna Sarumpaet berkata jujur. Di waktu terakhir-terakhir saat sudah ramai diperbincangkan, Ratna Sarumpaet berkata apa adanya.
 
Calon presiden dengan nomor urut 01 ini pun berharap untuk para pendukung dari kalangan intelektual supaya bisa memberikan pencerahan pada masyarakat. Hal ini dikarenakan isu hoaks, kebohongan hingga dusta semakin merajalela. Akan semakin berbahaya apabila sampai ke desa-desa. Selain kasus Ratna Sarumpaet, Jokowi juga menyampaikan contoh kebohongan lainnya yang pernah beredar.
 
Salah satu contoh kebohongan tersebut ialah adanya 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos. Jokowi-Ma'ruf Amin langsung menindaklanjuti berita tersebut. Saat ditanya mengenai 7 kontainer yang menghabiskan 80 juta kertas, pihak yang menyebarkan isu tersebut justru diam. Tak hanya itu, ada juga isu mengenai selang darah yang dipakai sampai 40 kali. Ketika diklarifikasi oleh RSCM, pihak yang menyampaikan isu tersebut kembali diam.
 
Diketahui, selang darah di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang katanya dipakai 40 kali sempat disampaikan oleh calon presiden 02, Prabowo Subianto. Dirinya menyinggung mengenai selang cuci darah RSCM ketika berbicara masalah keuangan di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan saat Ceramah Kebangsaan Akhir Tahun Prabowo Subianto yang bertempat di Hambalang, Bogor. RSCM lantas membantah pernyataan tersebut.


EmoticonEmoticon